Konstruksi Bangunan Tahan Gempa, Wajib Anda Ketahui!

Konstruksi Bangunan Tahan Gempa – Konstruksi ialah jenis pekerjaan yang menyangkut pemakaian material dalam jumlah besar, biaya yang besar, dan tenaga kerja yang tidak sedikit.

Maka dari itu, pelaksanananya harus dilakukan semaksimal mungkin sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. saat pelaksanaannya.

Konstruksi sendiri memberikan pengaruh pada kinerja seismik yang daktail pada sebuah pengerjaan bangunan. Jadi, konstruksi yang buruk akan menghasilkan hasil kinerja seismik yang buruk pula.

Apalagi jika pembangunan di laksanakan di daerah rawan bencana, seperti gempa bumi, maka banyak sekali pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam melakukan proyek konstruksi ini.

Perlu dicatat bahwa materi mengenai konstruksi anti gempa ini bukanlah panduan baku untuk sebuah bangunan agar tidak terkena gempa, melainkan upaya dari sebuah perencanaan yang dilaksanakan oleh praktisi kontruksi. Selebihnya jika upaya telah dilakukan hanya Tuhan yang memiliki rencana.

Konstruksi Bangunan Tahan Gempa, Hal yang Harus Anda Ketahui!

Langkah yang dibutuhkan untuk konstruksi tahan gempa

  1. Desain bangunan
    Untuk kepentingan pembangunan atau konstruksi tahan gempa, maka sangat di perlukan dalam pengembangan konsep desain yang rasional. Prinsipnya adalah didasarkan pada standar tata cara perencanaan yang ada.
  2. Konstruksi
    Konstruksi merupakan pelaksanaan pembangunan dengan menerapkan desain yang direalisasikan dalam bentuk fisik.
  3. Pemeliharaan
    Setelah kosntruksi jadi, maka diperlukan inspeksi untuk mengetahui kelayakan sebuah konstruksi. Pemeliharaan dan pemantauan juga dilakukan untuk mengetahui apakah diperlukan pemodelan ulang.

Sementara itu, konstruksi sebagai salah satu tahapan yang penting perlu melakukan perhitungan material, biaya dan tenaga manusia harus dipersiapkan. Khususnya untuk bangunan beton bertulang, maka harus dipertimbangkan dengan matang tata laksananya.

Konstruksi Bangunan Tahan Gempa

Sebuah gedung beton bertulang bisa dibilang sukses dan berhasil, jika beberapa standart di bawah ini terpenuhi:

  1. Konstruksi bangun berdasar pada gambar atau desain struktur. Setiap detail, harus disamakan dengan gambar karena selisih sedikit saja, maka konstruksi akan mengalami masalah.
  2. Kualitas material bahan bangunan dipilih yang terbaik sesuai dengan fungsi sebuah bangunan. Selain itu, pemilihan material harus memperhatikan aspek lain, yakni lingkungan, kondisi tanah, dan cuaca.
  3. Pelaksanaan konstruksi sesuai dengan prosedur yang ada. Prosedur ini ada dalam peraturan pelaksanaan hingga bisa dipertanggungjawabkan ketika inspeksi dilakukan. Dalam hal ini, ketelitian dan kejujuran adalah dua hal penting dalam tahapan ini.
  4. Kualitas pekerja atau workmanship yang harus memiliki pengetahuan tentang konstruksi yang baik dan tata caranya sesuai bidang kerjanya. Kinerjanya dapat menentukan seberapa bagus hasil dari konstruksi tersebut.

Pelaksanaan konstruksi yang baik itu menghemat biaya karena kualitas bangunan yang baik akan membuat bangunan tepat guna dan memiliki durabilitas tinggi.

Sedangkan jika bangunan sudah jelek dari awal, maka di lain hari akan menanggung biaya yang tinggi baik untuk perbaikan maupun perkuatan konstruksi.

Konstruksi Bangunan Tahan Gempa

Pengontrolan kualitas material konstruksi

Material memang menjadi salah satu yang perlu dipertimbangkan dalam proses konstruksi. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan material ialah:

  1. Pengembangan desain campuran beton dan proporsi bahan-bahan pembentuk beton yang dilakukan oleh insinyur sipil. Jadi, sebelum konstruksi dimulai, perencanaan proporsi beton ini perlu dipertimbangkan terlebih dahulu oleh yang berkompeten di bidangnya.
  2. Memilih smeen sesuai dengan standar dan kebutuhan konstruksi. Pemilihan meterial semen maupun agregat sebisa mungkin harus menghindari kemungkinan terjadinya reaksi kimia berbahaya antara adukan semen dan agregat dalam material beton cor.
  3. Pemilihan agregat dipilih berdasarkan tipe distribusinya. Perhatikan pula butiran dan ukuran dari agregat tersebut. Contohnya ialah menghindari penggunaan pasir pantai untuk bahan bangunan karena terlalu halus hingga tak akan maksimal dalam pembangunan atau konstruksi.
  4. Perlunya mencuci agregat sebelum dipakai agar terjadi ikatan pasta semen dan kerikil dengan sempurna. Pencucian ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran dan materi organik yang bersifat merusak.
  5. Air merupakan kebutuhan pokok pembuatan beton untuk konstruksi. Air yang dipilih adalah hanya yang segar dan bersih untuk performa beton yang terbaik.Air garam, air kotor berlumpur maupun air yang bercampur dengan materi organik tidak bisa digunakan dalam konstruksi.
    Pemilihan air yang salah bisa membuat beton cepat rusak dan menjadikan baja cepat terkena korosi.