Mengenal Hempcrete Material Konstruksi Bangunan

Mengenal Hempcrete Material Konstruksi – Seiring perkembangan zaman, industri konstruksi terus mengembangkan langkah mendirikan bangunan ramah lingkungan yang mampu mengurangi emisi.

Salah satunya cara yang dilakukan adalah dengan mengembangkan material berbahan alami seperti hempcrete. Kedengar sedikit asing. hempcrete dikenali sebagai bata ringan yang dibuat dari berbagai campuran bahan organik, salah satunya ganja.

Tidak boleh panik, walau dibuat dari serat tanaman ganja di berbagai negara barat hempcrete sudah dikembangkan untuk dipakai pada konstruksi karena memiliki banyak manfaat.

Mengenal Hempcrete Material Konstruksi Bangunan

Hempcrete ialah sejenis bata ringan yang terbuat dari campuran beragam bahan-bahan alami seperti kapur, pasir, pozzolan, dan serat ganja. Tidak sembarangan, tipe tanaman ganja yang digunakan adalah hemp bukan mariyuana yang memiliki zat adiktif dan psikoaktif.

Walau asal dari tipe tanaman yang serupa, baik hemp dan mariyuana memiliki wujud, cara tumbuh, dan fungsi yang jauh berbeda.

Di Amerika sendiri, hemp dipastikan legal untuk dibudidayakan untuk keperluan industri tetapi hanya beberapa negara sisi yang diizinkan untuk memproduksinya dan diawasi oleh regulasi yang berlaku.

Pemilihan serat hemp menjadi bata juga tidak sembarangan. Kandungan silika yang tinggi pada serat ganja membuatnya jadi pasangan sempurna untuk digabungkan kapur dan air.

Campuran bahan-bahan itu akan membentuk adonan padat lantaran kapur bisa terikat dengan baik. Dalam pembuatannya, bahan hempcrete yang sudah dicampur akan dicetak berbentuk persegi seperti bata sesuai kebutuhan.

Sesudah kering, hempcrete dapat segera digunakan dan tidak perlu khawatir jika ada bata yang pecah karena sisa hempcrete akan mengurai sendiri di alam.

Mengenal Hempcrete Material Konstruksi

Karakteristik Hempcrete

Dari penjelasan awalnya, sekarang Anda tidak harus takut lagi jika hempcrete bisa memabukan karena serat ganja yang digunakan tidak memiliki sifat adiktif.

Baca Juga:  Model Teralis Minimalis: Menambah Keindahan dalam Rumah

Sebaliknya, hempcrete malah dipandang lebih unggul dibandingkan beton atau bata biasa karena tidak beracun.

  1. Serat Hempcrete Terlihat Lebih Kasar

Secara wujud memang hempcrete sangat serupa dengan bata hebel. Tetapi jika dilihat lebih cermat, hempcrete mempunyai warna yang semakin lebih variatif seperti cokelat sampai abu-abu.

Selain itu, serat pada permukaan hempcrete kelihatan lebih kasar dan besar dibandingkan bata tanah liat yang sangat padat dan tidak berongga.

  1. Berat Hempcrete Ringan

Bata hempcrete memang berukuran lebih besar (60 cm x 30 cm) dibandingkan bata sejenis, meski demikian beratnya ternyata lebih ringan dari beton biasa.

Keuntungannya, hempcrete mudah untuk dipindahkan saat akan dipasang dan menghemat energi. Disamping itu, walaupun beratnya ringan hempcrete tetap kokoh dan tidak mudah pecah.

  1. Insulasi Rumah yang Baik

Karakteristik lain dari hempcrete ialah punya sifat sebagai insulator yang baik. Artinya, tembok yang menggunakan hempcrete akan lebih baik dalam mencegah udara panas di luar rumah hingga ruangan terasa lebih sejuk.

Hal tersebut dapat muncul karena hempcrete sebagai material ringan non-struktural dengan karakter mekanik yang kurang dan konduktivitas termal yang lebih rendah.

  1. Tidak Beracun, Anti Api, dan Jamur

Dibanding material bangunan lainnya, hempcrete dipandang lebih sehat karena tidak menghasilkan gas beresiko usai terpasang.

Tidak itu saja, bata hempcrete yang asli mempunyai karakter anti api dan jamur. Kandungan pengikat mineral pada kombinasi hempcrete membuat tidak mudah dilahap sang jago merah.

Paling akhir, hempcrete jadi opsi pas untuk Anda yang ingin material untuk bangunan anti hama dan jamur. gabungan dari kualitas higroskopis yang mengikat bahan kapur dengan alkalinitasnya sanggup hentikan perkembangan jamur.

 

Harga Hempcrete

Baca Juga:  Meja Dapur Cor Bentuk L: Gabungan Fungsionalitas dan Estetika

Di luar negeri kehadiran hempcrete bak udara segar di dunia konstruksi karena memberikan dukungan pembangunan terus-menerus atau sustainability. Tetapi segudang keunggulan yang dijajakan hempcrete harus dibayarkan harga mahal.

Setiap meter persegi hempcrete dibandrol harga 135 dolar AS untuk ketebalan 300 milimeter. Bila terhitung dengan ongkos penempatan, Anda harus bayar sekitar 230-265 dolar AS per meter persegi.

Memang lebih mahal dibandingkan penempatan bata semacam tetapi permintaan akan hempcrete tetap tinggi dan dicari banyak orang.

Sayang, trend pemakaian hempcrete di Indonesia saat ini masih rendah. Bahan hempcrete yang menggunakan serat tanaman ganja membutuhkan pengawasan dan tidak sembarang pabrik dapat mendapatkan izin untuk membuatnya.

Kesulitan ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 yang berlaku di Indonesia di mana peredaran tanaman ganja dengan apapun fungsinya tidak boleh. Hmm kurang lebih kapan ya hempcrete dapat dipakai di tanah air?